BYD

carsforless.net – Progres pembangun pabrik BYD di indonesia terus menunjukan perkembangan positf. Pabrik mobil lisrik asal China itu memastikan proses berjalan sesuai jadwal dan target pemerintah, yakni siap beroperasi pada awal 2026.

Head Of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, mengatakan bahwa proses pembangunan sudah berjalan lebih dari 75 persen. Bahkan, pemerintah melalui badan koordinansi penaman modal ( BKPM ) telah melakukan audit terhadap perkembangan proyek tersebut.

“Per hari ini progres berjalan lancar sesuai dengan ekspektasi pemerintah. karena perlu di ketahui soal pelaporn dan progres itu tangung jawab kami ke pemerintah”.

Ia menambahkan, audit terakhir dari BKPM dilakukan sekitar dua bulan lalu dan hasilnya menunjukkan capaian pabrik sudah mencapai 75 persen. Artinya, saat ini angka tersebut kemungkinan sudah lebih tinggi.

“Per bulan lalu sudah ada kujungan dari BKPM untuk mengaudit progress manufacture kita. dan sekarang sudah disetujui mencapai 75 persen, mungkin sekarang sudah lebih karena itu dua bulan lalu”lanjutnya.

Luther menegaskan, target BYD tetap sama, yakni menyelesaikan pembangunan pabrik di akhir tahun ini setelah rampung, fasilitas tersebut akan langsung difungsikan untuk mendukung produksi kendaraan listrik BYD di dalam negeri.

“Target sesuai komitmen ( akhir tahun rampung ). Sesuai dengan target bisnis kita tentunya di momen di atas kita sudah diharapkan berkomitmen produksi, ya kita harus produksi, karena ini soal menjaga kepercayaan dari customer”.

Mengutip laman resmi badan penghubung pemprov jebar, pembangun pabrik BYD di kawasan industri sebang smartpolitan jawa barat, akan merekrut 18.000 tenaga kerja. Fasilitas produksi mobil listrik BYD akan menggunkan lahan terbesar dengan luas lebih dari 108 hektar. investasi BYD terhadap indonesia tersebut dikalim tidak hanya akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, namun juga membangkitkan perekonomian komunitas di sekeliling area pabrik.

Eksistensi pabrik BYD di subang juga diyakini dapat meningkatkan tranfer teknologi dan keahlian pembutan mobil listrik.

Pabrik di Subang Disebut Berdiri di Atas Lahan Pertanian

Sebegian lahan pabrik BYD dan VinFast yang berlokasi di  Subang, jawa barat, disebut-sebut berdiri diatas lahan pertanian. pemerintah menutut lahan tersebut harus diganti minimal tiga kali lipat dari luas lahan yang dialihkan. Seperti apa tanggapan BYD

Isu tumpang tindih lahan pabrik BYD dan VinFast disampaikan Gubernur jawa Berat dedi mulydi saat bertemu menteri pertanian andi amran sulaiman pada pekan lalu. Pada pertemuan itu ada beberapa agenda yang dibahas, termasuk investasi VinFast dan BYD di Subang.

Bapak Gubernur menyampaikan bahwa disubang akan dibangun pabrik mobil, dnegan nilai investasi Rp 33 triliun. Kebetulan, sebagian lahan yang direncanakan merupakan lahan persawahan. kami akan menyelesaikan kendala ini bersama suapaya investasi tetap berjalan dan lapangan kerja terbuka. Namun, jika terjadi alih fungsi lahan pertanian, kami menegaskan bahwa lahan tersebut harus diganti menimal tiga kali lipat dari luas lahan yang dialihkan agar petani tetap memiliki lahan pengganti yang layak”.

Namun pernyataan itu di bantu oleh menteri perindustrian agus gumiwang kartasasmita. Agus menjelaskan pabrik BYD dan VinFast berdiri di atas lahan yang sudah berstatus kawasan industri. ” Kalau mereka sudah memiliki status kawasan industri, artinya merka sudah tidak punya masalah lagi”.

Tanggapan BYD

Head Of Public & Government Relotions PT BYD Motor indonesia Luther T. Panjaitan, mengatakan baru saja mendengar isu tersebut. Dia tidak bisa berkomentar banyak, namun jika kawasan tersebut.

By admin