Sejarah Perkembangan Otomotif di Indonesia

carsforless.net – Perkembangan otomotif di Indonesia mencerminkan perubahan signifikan dari masa kolonial hingga
era modern. Dengan berbagai inovasi dan adapastasi, industri otomatif di indonesia telah manjadi bagian penting dari ekonomi negara. mari kita lihat bagaimana perjalanan ini dimulai dan
berkembang seiring waktu.

1. Awal Mula Masuknya Mobil di Indonesia

Menurut berbagai sumber, mobil pertama kali tiba di indonesia sekitar tahun 1894, ketika Pakubuwo no X memesan mobil dari jerman. Mobil tersebut diimpor dan dikirim langsung ke Solo melalui pelabuhan semarang. Tentunya pada masa itu , Indonesia belum memiliki industri otomatif sendiri.

Keberadaan mobil pada masa awal ini lebih banyak digunakan sebagai alat transportasi pribadi dan simbol status sosial. Infrastruktur jalan yang maih terbatas membuat penggunaan mobil belum begitu meluas. Namun, kehadiran mobil mulai memengaruhi gaya hidup masyarakat dan menjadi cikal bakal perkembangan otomatif di indonesia.

Selain mobil, sepeda motor juga mulai masuk ke indonesia pada awal abad ke-20. Kendaraaan roda dua ini awalnya digunakan oleh para pejabat kolonial belanda dan kalangan tertentu sebagai sarana transportasi yang lebih praktis dibandingkan mobil.

Seiring waktu, sepeda motor semakin populer karena lebih terjangkau dan dapat digunakan di berbagai kondisi jalan, termasuk jalan sempit yang tidak bisa dilewati mobil. Perkembangan ini menandai fase penting dalam industri kendaraan di indonesia, di mana sepeda motor menjadi bagaian intergral dari sistem transportasi nasional.

2. Industri Mobil Otomatif Pertama di Indonesia

Pada tahun 1927, sebuah perusahaan internasional mendirikan pabrik otomotif di tanjung priok. Namun, industri otomatif di indonesia saat itu tidak berkembangan dengan baik akibat pengaruh perang Dunia II dan masa transisi penjajahan.

Setelah Indonesia merdeka, industri otomatif di indonesia mulai bangkit kembali. Pada tahun 1953,
Astra muncul sebagai pionir di industri otomatif yang di kembangkan oleh putra-putri bangsa.

Pada masa tersebut, Bisnis otomatif masih mengacau pada mobil-mobil buatan Eropa yang mendominasi pasar. Dengan kata lain, Jepang belum menunjukkan dominasinya di pasar otomatif indonesia.

3. Masuk Otomatif Jepang di Indonesia

Setelah peralihan pemerintahan dari presiden soekarno ke presiden seoharto, negara –  negara maju mulai melihat peluang untuk memasuki pasar indonesia, termasuk jepang. Hal ini dibuktikan pada awal 1970-an, di mana mobil-mobil buatan Amerika Serikat dan Eropa mulai tergantikan oleh mobil-mobil jepang. Mayoritas masyarakat indonesia lebih memilih mobil buatan jepang karena menawarkan kenyamanaan dan harga yang kompetitif.

Selain itu, pada tahun 1970-an, pemerintah indonesia mengeluarkan peraturan untuk menghentikan impor mobil utuh ( CBU ) dengan tujuan mendorong pengembangan industri mobil dalam negri.

Peraturan baru ini memaksa hanya pemegang merek atau agen pemegang Merek (AMP ) yang dapat memproduksi suku cadang dan mengimpornya ke indonesia. Langkah ini tidak hanya meningkatkan produksi mobil lokal tetapi  juga mencerminkan dinamika pasar otomotif yang sedang berkembang dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi serta daya beli konsumen di indonesia.

Salah satu perusaan otomatif Jepang yang berhasil mendominasi pasar Indonesia adalah Toyota motor Carpotion. Toyota mulai masuk ke indonesia pada tahun 1961 dengan 100 unit Toyota Lang Cruiser beratap kanvas, yang di kenal dengan sebutan Toyota Hardtop.

Pada awalnya, merek-merek otomatif Jepang seperti Toyota, serta mereka dari amerika serikat dan Eropa, mengekspor mobil ke indonesia tanpa mendirikan pabrik produksi di negara ini, Namun karena potensi pasar indonesia yang tergolong besar, maka strategai bisnis mobil asal jepang pun berubah. Dalam hal ini, Jepang muali membentuk agen tunggal pemegang mereka ( ATPM ), yang berlaku untuk semua mobil produksi mereka dan mereka lain.

By admin